Komisaris Beritabangsa Langsungkan Pernikahan Putranya, Tamu Diwajibkan Bawa Barcode Vaksin Peduli Lindungi

Para tamu saat scan Barcode melalui Aplikasi Peduli Lindungi
Para tamu saat scan Barcode melalui Aplikasi Peduli Lindungi
banner 468x60
Bagikan

Berita-surabaya.comKomisaris Beritabangsa Roy Mandala Yoedha akhirnya melangsungkan pernikahan putranya, Rhaka Pinandhika, SE dengan wanita pujaan hatinya, Dinar Rainisha Retnowuri, S.Psi. pada Sabtu (18/9/2021) yang sempat tertunda satu tahun yang lalu akibat PPKM.

Pernikahan itu berlangsung di Hotel Novotel Samator Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk No.26-28, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya, para tamu diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid melalui scan barcode peduli lindungi yang disediakan pihak hotel.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Roy mengatakan, setelah Kota Surabaya berstatus PPKM Level 1. Warga Kota Surabaya mulai sedikit melonggarkan berbagai kegiatan. Salah satunya dalam penyelenggaraan hajatan pernikahan.

Selain itu, Roy juga membatasi tamu undangan dengan menghadirkan 100 orang. Sesuai Inmendagri 41/2021, bahwa kegiatan hajatan untuk PPKM Level 1 wilayah zona hijau, undangan paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Oleh sebab itu, Roy membagi undangan dalam 2 waktu yang berurutan, waktu rombongan pertama untuk 50 orang undangan dan sisanya untuk waktu rombongan kedua.

“Alhamdulillah, Surabaya telah berstatus PPKM Level 1, sehingga kami ada sedikit kelonggaran untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan putra kami. Walaupun demikian, kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hanya mengundang 100 orang saja. Itupun kami bagi dalam 2 waktu yang berurutan, masing-masing untuk 50 orang undangan,” jelas Roy Mandala Yoedha.

Semua hajatan pernikahan dilalui dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh tamu undangan wajib menunjukkan kartu vaksin melalui scan barcode pedulilindungi yang disediakan pihak hotel.

“Kami juga mewajibkan kepada tamu undangan agar membawa bukti vaksin melalui barcode pedulilindungi, agar semuanya sama-sama saling menjaga prokes,” tegas pria yang pernah menjadi humas RW-08 Perumahan Rungkut Mapan Barat Tahun 2015 – 2019 itu.

Hajatan dimulai dengan acara akad nikah dengan khutbah nikah oleh Ustadz Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Selanjutnya, dilanjut dengan acara panggih pengantin dengan adat Yogyakarta. Dan diakhiri dengan acara syukuran keluarga.

Sementara mempelai pria Rhaka Pinandhika, SE mengaku senang dan terharu karena bisa melangsungkan akad nikah. Sebab, rencana pernikahan tersebut sempat tertunda satu tahun yang lalu karena kondisi kota Surabaya yang sedang PPKM.

“Alhamdulillah, akhirnya acara pernikahan ini bisa berlangsung meski dalam situasi PPKM level 1. Acara pernikahan ini sudah terjadwal satu tahun yang lalu, karena kondisi PPKM maka kita tunda sesuai himbauan pemerintah,” kata Rhaka saat diwawancara usai akad nikah.

Rhaka berharap, setelah Surabaya masuk PPKM level 1, masyarakat bisa melaksanakan hajatan sesuai prokes yang ada. Sehingga perekonomian kota Surabaya dapat segera pulih dan hidup kembali normal.

“Saya berharap, level 1 ini bisa membawa situasi baik untuk kota Surabaya. Terutama bagi masyarakat semua kembali hidup normal dan perekonomian bisa kembali pulih,” tandasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.