Mendikbudristek Diskusikan Kampus Merdeka di ITS Untuk Perubahan Pendidikan

(dari kiri) Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M.Eng, bersama Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim BA MBA dan Wagub Jatim Dr H Emil Elestianto Dardak, BBus MSc menaiki i-Car karya ITS | Dokumen Istimewa
(dari kiri) Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M.Eng, bersama Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim BA MBA dan Wagub Jatim Dr H Emil Elestianto Dardak, BBus MSc menaiki i-Car karya ITS | Dokumen Istimewa
banner 468x60
Bagikan

Berita-surabaya.comLewat Dialog Kampus Merdeka, Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim BA MBA mensosialisasikan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) bersama para pimpinan dan perwakilan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) se-Jawa Timur di Plaza dr Angka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kamis (21/10/2021).

Berlangsung secara hybrid, rangkaian kegiatan roadshow Mendikbudristek ini juga dihadiri beberapa pejabat lainnya, diantaranya adalah Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN Eng.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Melihat capaian kampus pahlawan ini, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan bahwa dari delapan aktivitas yang diadakan oleh MBKM, ITS adalah perguruan tinggi dengan poin pertumbuhan tertinggi.

Hal itu, lanjutnya tentu saja ditunjang dengan partisipasi mahasiswa dan iklim Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang berjalan dengan baik di ITS.

Total terdapat 8.451 mahasiswa ITS yang turut berpartisipasi dalam program MBKM ini.

“Ada 34 orang yang berpartisipasi dalam Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, 4.745 mahasiswa mengikuti KKN Tematik, Magang Bersertifikat sebanyak 687 orang, Studi Independen 1.400 orang, Kewirausahaan sebanyak 292 orang, penelitian sebanyak 66 orang, mengikuti pertukaran pelajar sebanyak 887 orang, dan Proyek Kemanusiaan sebanyak 340 mahasiswa,” urai Rektor.

Tak hanya itu, ITS juga berhasil memenangkan dana hibah hasil beberapa kompetisi yang juga diselenggarakan oleh program MBKM.

Rektor yang kerap disapa Ashari ini melanjutkan, ITS sudah memaksimalkan kegiatan yang ada di program Kampus Merdeka.

“Pasalnya, tak hanya mahasiswa yang berpartisipasi, namun insan dikti (pendidikan tinggi, red) juga turut memenangkan kompetisi, bahkan mendapatkan perolehan terbaik,” ungkapnya.

Di antaranya, papar Ashari, pada Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) ITS menjadi PT yang mendapatkan peringkat 3 pendanaan terbesar, pada Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) menjadi PT paling banyak yang didanai yakni sebanyak enam startup, serta terdapat Kedaireka Matching Fund Terbanyak kedua dengan 17 proposal.

“Capaian ITS di berbagai kompetisi yang terkait telah membuktikan bahwa ITS adalah kampus yang mempunyai jalinan kerja sama yang baik dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), mempunyai iklim inovasi dan kewirausahaan yang terdepan, dan kerangka pembinaan prestasi yang baik,” jelas lelaki kelahiran Sidoarjo ini.

ITS Pamerkan Produk Inovasi ke Nadiem

Selain acara dialog terbuka, terdapat pameran yang menyuguhkan berbagai produk inovasi dari ITS, mulai dari i-nose 19, i-Car, i-Boat, Co-Film+, Robot Raisa, mesin cetak Braille, dan lain-lain. Bahkan saat baru tiba di kampus ITS, Nadiem juga sempat mencoba menaiki i-Car, mobil autonomous atau tak berawak rancangan ITS, untuk menuju ke lokasi acara.

Membuka diskusi, Nadiem menegaskan, jika pendidikan ini butuh perubahan segera. Nantinya jika sistem pendidikan di Indonesia baik, negara-negara lain akan menjadikan contoh.

Walaupun baru pertama berjalan, Nadiem berpesan agar jangan cepat lelah dan bisa bersama-sama dalam melewati masa yang sulit.

“Agar program berjalan sukses memang tak bisa sekali berhasil, butuh percobaan kedua, ketiga serta dibarengi evaluasi yang baik,” ujar lelaki yang akrab disapa Mas Menteri ini.

Ia mewanti-wanti kepada para rektor dan kepala program studi di PT agar tidak membatasi mahasiswa dalam mengikuti program Kampus Merdeka yang mempunyai syarat memenuhi 20 SKS per semesternya.

“Jangan pula mempersulit mahasiswa yang ingin belajar dan kredit semester di luar lini jurusannya. Karena zaman semakin maju dan mahasiswa tidak hanya butuh satu disiplin ilmu untuk bisa sukses dalam dunia kerja,” tandasnya mengingatkan.

Selain itu, ada banyak kasus mahasiswa yang berkuliah tidak sesuai dengan minatnya, maka dari itu program MBKM yang bisa melakukan transfer SKS di luar ilmu disiplin ini agar benar-benar ditujukan untuk bisa belajar ilmu lain dengan merdeka.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mohamad Ashari MEng (tengah) menunjukan motor listrik GESITS kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim BA MBA (kiri) dan Dirjen Dikti Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN | Dokumen Istimewa
Rektor ITS Prof Dr Ir Mohamad Ashari MEng (tengah) menunjukan motor listrik GESITS kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim BA MBA (kiri) dan Dirjen Dikti Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN | Dokumen Istimewa

“Bisa saja mereka ke depan setelah lulus kuliah dapat berkarir dengan ilmu yang hanya diberikan sebatas 3 semester,” ucap Nadiem.

Sementara itu, Dirjen Dikti menambahkan, jika ke depannya akan ditetapkan target 150.000 mahasiswa berpartisipasi di MBKM, dan Matching Fund sebanyak 5 kali lipat. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi tolakan yang baik bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Diharapkan nantinya output-an program ini dapat memperbaiki kualitas dari dunia industri, inovasi dan pembangunan Indonesia ke depannya,” pungkas Nizam.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.